praktek perbanyakan tanaman hutan ( benih akasia dan sengon )
Pembahasan
Pada praktek ini, kami menggunakan
benih akasia dengan jumlah 637 benih, yang diberi perlakuan direndam air
mendidih selama 10 menit. Lalu direndam air biasa satu malam. Pagi harinya
jumlah benih yang mengapung 15 benih.dan jumlah benih akasia yang akan ditabur
sejumlah 622 benih. Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh
prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat.
Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman,
kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan
dapat membentuk tegakan yang berkualitas. Penaburaan
dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya
penguapan yang berlebihan Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar
pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk Namun setelah air rendaman dibuang ,kami tidak mengangin –
anginkan benih karena lupa dan waktu terbatas sehingga kami melakukan penaburan
dengan keadaan benih masih basah.sehingga benih bertumpuk tumpuk Dalam cara
kerja seharusnya kami mengamati dan menghitung perkecambahan benih setiap hari
namun, kami hanya melakukan perhitungan dan pengamatan dihari akan penyapihan. Setelah
kecambah berumur 7 - 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.
Pada
hari ke 7, kami melakukan penyapihan benih sengon dari kelompok 2 yang diberi
perlakuan direndam air mendidih selama 2 menit. Lalu diganti dengan direndam
air biasa semalaman. . Dari 655 benih yang ditabur, hanya 365 yang berkecambah
atau 55,73% . Dan dari kelompok kami, penyapihan kecambah akasia dilakukan pada hari ke 9. dari 622 benih
akasia yang ditabur, hanya 265 yang berkecambah atau 42.60%.
Jumlah kecambah sengon yang kami
tanam 157 sesuai jumlah polybag. Dan kecambah akasia berjumlah 100 sesuai
jumlah polybag. Dari hasil penyapihan
bahwa hasil persentase kecambah kurang dari 80%. Sedangkan persyaratan Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a.
Benih utuh, artinya tidak luka atau tidak cacat.
b.
Benih harus bebas hama dan penyakit.
c.
Benih harus murni, artinya tidak tercampur dengan
biji-biji atau benih lain serta bersih dari kotoran.
d.
Benih diambil dari jenis yang unggul.
e.
Mempunyai daya kecambah 80%.
f.
Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam
air.
Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai
berikut :
- Kulit bersih berwarna coklat tua
- Ukuran benih maksimum
- Tenggelam dalam air ketika benih direndam
- Bentuk benih masih utuh.
Selain
penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya
hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan
mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya
tumbuhnya tinggi.
benih Acacia mangium akam
mampu tumbuh berkecambah dengan cepat apabila direndam dengan air panas bersuhu
85 selama beberapa saat,sekitar ( 2-3 menit ) kemudian direndam air dingin.
Dengan cara itu, benih akan mampu berkecambah lebih dari 80 % dan mulai berkecambah
sejak hari ke 3-4. Jika tanpa direndam air panas, prosen kecambah cukup kecil
dan mulai berkecambah akan lama. Sedangkan untuk sengon benih direndam dalam
air panas mendidih (80 C) selama 15 - 30 menit. Setelah itu, benih direndam
kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya
benih siap untuk disemaikan.
Benih yang kami gunakan memiliki
kualitas yang buruk. Ditinjau dari hasil perkecambahan yang kurang dari 80 %.
Dilihat dari penampakan benih sengon baik. Kualitas buruk ini terjadi karena
waktu penyimpanan benih terlalu lama sehingga kondisi lembaga atau cadangan
makanannya berkurang dan tidak utuh lagi.
Hasil akhir pengamatan pada tanggal
29 oktober 2012, jumlah bibit sengon yang masih hidup adalah 141 bibit.
Sedangkan bibit akasia berjumlah 93 bibit.
Dilihat
pada tabel hasil pengamatan, bahwa jumlah bibit sengon yang mati semakin banyak yang mati dan untuk bibit
aksia relatif stabil kematiannya tidak terlalu signifikan.
Pemeliharaan
yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
- Penyiraman. Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari.
- Penyiangan. Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati -hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.
·
Beberapa
hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing,
sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh
cendawan.
Namun, pada praktek
kami, banyak faktor – faktor yang tidak kami lakukan , seperti penyiraman,
penyiangan. Penyiraman dilakukan saat pembelajaran benih dan bibit .penyiangan
gulma kurang kami perhatikan. Sehingga bibit kami banyak yang mati. Dan juga
kami menemukan bibit kami hilang dari polybag ini bisa terjadi karena
adanya gangguan
Komentar